
Long weekend (Kamis Jumat Sabtu Minggu) idealnya refreshing, Ngilangin beban sejenak, ngilangin Dosa…(Eit…kalo ini biasanya malah nambah dink…) yang lebih tepat sich ngilangin tabungan juga….(Yang udah hampir ilang semua…)
Dan akupun bangun, Lihat Jam….Weleh Jam 11.30 siang….(Terserah pada mau bilang apa…ini Fakta…) “Wah ini pasti effect dari Pertemuan RT yg membahas 17-an semalem” bisikku dalam hati…(kebiasaanku memang gak mau Self koreksi tapi cari kambing abu abu dulu…he he he..)
Dan “Klik” Televisi menyala…. Berhubung gak ada Sinetron disiang hari, aku pilih acara News aja…Dan Gedubrak…Berita aneh muncul…”Sebuah Mobil Sedan jatuh dari Lantai 6 sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta”….Sambil kucek kucek mata Aku pelototin TV cembung gue biar yakin bahwa berita ini bukan kembang tidur gue…
Mobil gress yang dikendarai ibu muda beserta Suami dan anaknya yang baru pulang dari kebaktian Terjun bebas dari ketinggian lebih dari 50 meter….Uedannnn tenan….
Aku gak bisa ngomong apa apa lagi….(Selain kaget, factor perut yang sama sekali belum diisi tampaknya ikut memberi andil yang cukup besar)
Dan kembali kebiasaanku mencari kambing abu abu muncul…
Pertanyaannya
1. Apakah ibu yg baru beberapa kali belajar mengemudi itu punya SIM?
Saya berani bertaruh bahwa ibu itu punya SIM meskipun baru beberapa kali pegang kemudi. Lha wong tetangganya temannya saudaranya Delpaijo yang Babar Blas gak bisa mengemudi aja juga punya SIM koq.
Jadi kalau ukurannya SIM, ibu itu sudah layak bawa mobil sendiri. Kalau ternyata kepemilikan SIM tidak menjamin bahwa yang punya ternyata belum layak mengemudi berarti yang harus disalahkan adalah SIM-nya.
2. Apakah Tempat parkirnya sudah memenuhi standart keamanan?
Untuk pertanyaan ini, harus jelas dulu parameternya. Kalau ukurannya bergelantungan diatas KRL aja masih dianggap biasa sbg sesuatu yg tidak membahayakan, maka tembok beton tanpa penguat besi tentu sudah aman.
3. Ketiga Korban tsb jatuh sepulang dari tempat ibadah dilantai 7 pusat perbelanjaan.
Apakah memang begitu sulitkah mencari lahan untuk tempat ibadah dinegeri yang katanya menjunjung tinggi pluralisme dan bertoleransi tinggi ini?
Ataukah Tuhan sekarang memang hanya berada ditempat tempat yg lux sehingga ditempat lain yang kumuh dan miskin sudah tidak ada lagi Tuhan?
Tapi kalau pingin gampang mencari kambing abu abu, ya cukup sebut satu kata “TUHAN”.
Bahwa semua ini karena Tuhan, bukan kesalahan manusia….sudah Takdir…
Kasihan Tuhan…yang selalu dikambing abu abukan atas kebodohan ciptaannya.Eittt….Tuhan koq dikasihani…justru Aku yang pantas dikasihani karena belum makan dari pagi….
Dan akupun bangun, Lihat Jam….Weleh Jam 11.30 siang….(Terserah pada mau bilang apa…ini Fakta…) “Wah ini pasti effect dari Pertemuan RT yg membahas 17-an semalem” bisikku dalam hati…(kebiasaanku memang gak mau Self koreksi tapi cari kambing abu abu dulu…he he he..)
Dan “Klik” Televisi menyala…. Berhubung gak ada Sinetron disiang hari, aku pilih acara News aja…Dan Gedubrak…Berita aneh muncul…”Sebuah Mobil Sedan jatuh dari Lantai 6 sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta”….Sambil kucek kucek mata Aku pelototin TV cembung gue biar yakin bahwa berita ini bukan kembang tidur gue…
Mobil gress yang dikendarai ibu muda beserta Suami dan anaknya yang baru pulang dari kebaktian Terjun bebas dari ketinggian lebih dari 50 meter….Uedannnn tenan….
Aku gak bisa ngomong apa apa lagi….(Selain kaget, factor perut yang sama sekali belum diisi tampaknya ikut memberi andil yang cukup besar)
Dan kembali kebiasaanku mencari kambing abu abu muncul…
Pertanyaannya
1. Apakah ibu yg baru beberapa kali belajar mengemudi itu punya SIM?
Saya berani bertaruh bahwa ibu itu punya SIM meskipun baru beberapa kali pegang kemudi. Lha wong tetangganya temannya saudaranya Delpaijo yang Babar Blas gak bisa mengemudi aja juga punya SIM koq.
Jadi kalau ukurannya SIM, ibu itu sudah layak bawa mobil sendiri. Kalau ternyata kepemilikan SIM tidak menjamin bahwa yang punya ternyata belum layak mengemudi berarti yang harus disalahkan adalah SIM-nya.
2. Apakah Tempat parkirnya sudah memenuhi standart keamanan?
Untuk pertanyaan ini, harus jelas dulu parameternya. Kalau ukurannya bergelantungan diatas KRL aja masih dianggap biasa sbg sesuatu yg tidak membahayakan, maka tembok beton tanpa penguat besi tentu sudah aman.
3. Ketiga Korban tsb jatuh sepulang dari tempat ibadah dilantai 7 pusat perbelanjaan.
Apakah memang begitu sulitkah mencari lahan untuk tempat ibadah dinegeri yang katanya menjunjung tinggi pluralisme dan bertoleransi tinggi ini?
Ataukah Tuhan sekarang memang hanya berada ditempat tempat yg lux sehingga ditempat lain yang kumuh dan miskin sudah tidak ada lagi Tuhan?
Tapi kalau pingin gampang mencari kambing abu abu, ya cukup sebut satu kata “TUHAN”.
Bahwa semua ini karena Tuhan, bukan kesalahan manusia….sudah Takdir…
Kasihan Tuhan…yang selalu dikambing abu abukan atas kebodohan ciptaannya.Eittt….Tuhan koq dikasihani…justru Aku yang pantas dikasihani karena belum makan dari pagi….