Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya menghadirkan cerita cerita menarik disekeliling kita. Mulai dari Rumah yang berubah seperti kolam atau ada juga teman yang 3 hari gak ganti pakaian.
Dan tidak ketinggalan temen kita Del Paijo ikut berbagi cerita.
Seperti biasa setiap sore Del Paijo pulang kerja diiringi rintik hujan yang gak mau berhenti juga seakan menyindir penguasa di Jakarta agar juga sedikit merasakan rasanya tenggelam seperti penumpang Kapal Senopati dan pesawat Adam Air.
Kira kira 500 meter keluar “Pabrik” , dengan berbekal nilai 9 pada pelajaran PMP waktu SD, temen kita Del Paijo bermaksud menawarkan tumpangan gratis pada 2 orang cewek berseragam sekolah yang kehujanan dipinggir jalan. Tapi dengan sopan ditolak oleh 2 remaja tadi , “Terima kasih Pak, cuman deket koq” kata mereka.
(Busyet dari sini ke jalan raya hampir 3KM koq deket….?) gumam Del Paijo.
Del Paijo tersenyum getir sambil mengingat masa kecilnya dimana setiap sore sehabis Les Inggris dia dengan mudah mendapatkan tumpangan gratis dari Jalan Yogya-Solo sampai kekampungnya. Setiap hari selalu ada orang baik waktu itu.
Penasaran dengan kejadian ini Del Paijo meneruskan perjalanan dan kembali menawarkan tumpangan gratis kepada 3 orang Cowok yang kemungkinan juga baru pulang kerja.
Dan ternyata ketiga orang tsb lebih memilih berjalan kaki 2 km daripada menerima tumpangan Del Paijo.
Dari kejadian tsb Del Paijo menyimpulkan bahwa pelajaran PMP sulit diterapkan di Jakarta, Lebih mudah menerapkan Ekonomi buat cari untung atau Olahraga untuk berlari mengejar pencuri.
Tapi rupanya teman temannya tidak sependapat dengannya, ada 3 hal yg menurut mereka menyebabkan tidak ada yg mau menumpang Del Paijo:
1.Tampang Del Paijo mungkin seperti Om Om genit
2.Mobil butut Del Paijo terlihat seperti Taksi yang butuh penumpang
3.Kombinasi keduanya: Del Paijo terlihat seperti Sopir Taksi yang butuh duit tapi genitnya amit amit.
Tapi kesimpulannya tetap sama, Di Jakarta menolong saja sulit apalagi kalau anda minta pertolongan.
Beruntunglah Anda yang masih tinggal ditempat dimana tolong menolong dan Tepa selira masih menjadi bagian dari hidup masyarakat anda.