Mungkin kalau diterusin bisa mengingatkan kita pada lagunya Tasya yang pernah menjadi Hits beberapa tahun lalu...Tapi bukan itu...
Kemarin memang pamanku (Adik Ibu) mampir kesini, Om ada tugas diBogor dan menyempatkan diri mampir ketempatku VMCH0105.
Om menginap semalam karena paginya langsung balik ke Yogya, Memang hanya semalam tapi sangat berkesan bagiku...
Hampir semalaman aku bicara sama Dia, Kita ngobrolin pahitnya masa lalu, kemungkinan dimasa depan, ngobrolin hidup dan juga "TUHAN".
Om-ku yang menghadapi beratnya cobaan hidupnya dengan prinsip bahwasannya Tuhan telah memilih dia menjalaninya karena Tuhan lebih mempercayainya daripada orang lain...dan Tuhan yakin bahwa Dia mampu ...Dan pasti yang terbaik bagi dia dan keluarganya...
Betapa tegar beliau...
Om-ku yang dalam kamusnya tidak ada kata "Kebetulan" karena segala sesuatu itu pasti ada campur tangan Tuhan disana...
Om-ku yang teduh tatapannya, Om-ku yang kurus...
Om-ku yang seorang Muallaf...
Om-ku yang menatapku bangga seperti halnya aku yang begitu mengaguminya...
Om-ku yang menyadarkanku bahwa tak seharusnya kita meratapi sesuatu apalagi menangisinya...
Dan Aku ...Aku yang berharap " Buah jatuh tak Jauh dari Pohonnya..."

4 comments:
wah om-mu sama dg aku. aku gak pernah nangis, tidak juga setaon sekali atau meratapi saat partner bisnisku mencuri uangku ratusan juta. tapi saat teringat my mom...selalu ingin menangis and gak sadar airmata udah meleleh.
ah.. dasar si om.. hihihihi..
aku kangen sama anak om ku.. lutuuu dan nakaaallll!
halo....agung....kekekeke.....paman datang dari desa bawa oleh2 apa?kira2 yoan dapat buah tangannya ga?
Hm...m....yup....ga baik meratapi segala sesuatu yang pernah terjadi..belajar dari kesalahan aja...ga ada yg perlu disesali dalam hidup ini...coz life must go on bro....
Post a Comment